Lengkap banget,deh.Menderita,gue hari ini.
Hm... Banyak dosa,kali,yah.Makanya,bolak-balik sakit terus.
Moga aja,ada yang ikhlas bantuin,ngasih nasehat biar sembuh.
Apa lagi,yang gue harap,kalo bukan hal itu.Besok,Suci,ultah.
Ngasih apa,yah,buat dia ?! Temen lama,pasti seneng banget,dia.
Akhirnya,dia nyusul juga.Sama2 tua,deh,jadinya.Hehe ^^
Dan,satu lagi,gaya bahasa gue sekarang2 ini,drastis berubah.
Gue,ga lagi pake nama ( Puput ),kalo bicara.Akh... Entahlah.
Hari ini,agak cengeng,memang.Tolong,sarannya.Hm... Ada apa,sih !
Selasa, 22 Desember 2009
Rabu, 21 Oktober 2009
ArrrrRRgH....
Biarkan aku di sini, sesaat saja
Aku masih ingin merasakan
Masih ingin menikmatinya
Memeluk angan dan kerinduan
Dalam hening malam sunyi
Walau aku tersiksa
Biarkan aku di sini, sesaat saja
Tanpa terusik apapun
Hingga aku benar-benar mengecapnya
Walau hati ini, pedih menahan rindu
Kini, dan entah sampai kapan
Aku masih ingin merasakan
Masih ingin menikmatinya
Memeluk angan dan kerinduan
Dalam hening malam sunyi
Walau aku tersiksa
Biarkan aku di sini, sesaat saja
Tanpa terusik apapun
Hingga aku benar-benar mengecapnya
Walau hati ini, pedih menahan rindu
Kini, dan entah sampai kapan
Senin, 14 September 2009
Bingung
Entah apa, yang ada dikepalaku, saat ini. Hari ini, cuaca, memang tidak bersahabat. Hujan. Banda Aceh, memang jarang dibasahi oleh air, yang banyak memberi manfaatnya, pada tanaman. Apapun itu. Namun,tidak, kali ini. Tapi, mengapa tidak padaku ?! Entah, lah. Aku bingung. Aku terus saja melamunkan, hal yang sudah terjadi. Aku tak bisa memahami alur pikiranku. Aku juga sering, membiarkan tanganku, bermain di atas kertas puisi, agar aku bisa menceritakan semua hal, yang aku alami, setiap harinya. Bisa saja, ketika beliau masih menemaniku. Tapi, mengapa itu sulit dihapus. Apa, karena aku memikirkan Pak Uwo, lagi ?! Bisa saja. Dan, itu, terjadi. Ya, Allah.. Tolong hamba...
Jumat, 21 Agustus 2009
Ramadhan 2009
Hfffth.Ya, Allah. Apa aku sanggup, dengan semua ini. Puasa tahun ini, tanpa Pak Uwo, sepi, rasanya. Apapun itu. Aku belum bisa menghapusnya. Terlalu dini. Pesimis, selalu saja jadi dilema besar, dalam hal ini. Tapi, secepat mungkin, aku HARUS bisa mengatasinya. Karena, hanya dengan memori yang tersimpan rapi, yang saat ini, masih ada.Ya, hanya dengan hal itu, aku dan beliau, akan terus menjalani kehidupan. Hanya dengan petuah2 darinya, aku akan dan terus tersenyum. Hm.... Semoga. Amien, ya Rabb.
Sabtu, 18 Juli 2009
Kangen
Ringkih tubuh itu masih terbawa dalam mimpi
Berkali-kali coba 'ku buang jauh
Tapi masih saja melekat, teringat
Aku tak tahu, kapan akan berakhir
Berkali-kali coba 'ku buang jauh
Tapi masih saja melekat, teringat
Aku tak tahu, kapan akan berakhir
Kamis, 16 Juli 2009
An Poem
Mungkin ini bukan saatnya menyatakan kalau aku sayang padamu
Nanti, esok, pekan, atau tahun berikutnya
Tulus mencintaimu adalah sebuah karunia
Yang indah, yang pernah 'ku terima
Aku tak 'kan pernah ingin berpisah darimu
Nanti, esok, pekan, atau tahun berikutnya
Tulus mencintaimu adalah sebuah karunia
Yang indah, yang pernah 'ku terima
Aku tak 'kan pernah ingin berpisah darimu
Rabu, 15 Juli 2009
PeLuK
Menahun,kutunggu kata-kata
Yang merangkul semua
Dan kini ku harap ku dimengerti walau sekali saja pelukku
Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu,rasa sakitku
Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya
Namun ini,jawabnya
Lepaskan ku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaula satu yang ku sayang
Dan tak layak kau didera
Sadari... diriku pun 'kan sendiri
Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah, arti bersama, berdua
Namun semu semata
Tiada yang terobati
Di dalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau ku lepas selamanya
Tak juga ku paksakan
Setitik pengertian
Bahwa ini adanya cinta yang tak lagi sama
Yang merangkul semua
Dan kini ku harap ku dimengerti walau sekali saja pelukku
Tiada yang tersembunyi
Tak perlu mengingkari
Rasa sakitmu,rasa sakitku
Tiada lagi alasan
Inilah kejujuran
Pedih adanya
Namun ini,jawabnya
Lepaskan ku segenap jiwamu
Tanpa harus ku berdusta
Karena kaula satu yang ku sayang
Dan tak layak kau didera
Sadari... diriku pun 'kan sendiri
Di dini hari yang sepi
Tetapi apalah, arti bersama, berdua
Namun semu semata
Tiada yang terobati
Di dalam peluk ini
Tapi rasakan semua
Sebelum kau ku lepas selamanya
Tak juga ku paksakan
Setitik pengertian
Bahwa ini adanya cinta yang tak lagi sama
Langganan:
Postingan (Atom)

